,

RITUAL BABARASIH BANUA

Ritual adat Babarasih Banua atau dapat diartikan “Bersih Benua” rutin dilaksanakan masyarakat di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Tradisi ini merupakan wujud sikap berserah diri pada Tuhan, untuk keselamatan dan kesejahteraan daerah khususnya di wilayah Kecamatan Kumai, karena apapun yang terjadi di dunia ini sepenuhnya atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Ritual ini dipimpin oleh Demang dan tokoh adat yang diawali dengan menyusuri Sungai Kumai dengan membawa 7 buah balai (miniatur istana) ancak. Ancak yaitu tempat meletakkan 40 macam kue tradisional serta miniatur kapal yang diletakkan ayam hitam. Nantinya miniatur kapal ini akan dilepaskan ke muara sungai. Selain membawa membawa balai dan ancak, dalam prosesi ini juga dibawa seekor kambing warna hitam untuk dikorbankan.

Dalam perjalanan menuju lokasi tempat meletakkan balai dan ancak, beberapa pemusik dan penari di atas kapal melantunkan pantun diiringi musik dan menari tradisional yang biasanya disebut Batirik.