KUE CINCIN

Manis, kecil, dan legit… Untaian kata yang sepertinya cocok untuk menggambarkan salah satu jajanan tradisional Kotawaringin Barat bernama kue cincin ini asal mula dari penganan khas kerajaan banjar yang kemudian dibawa ke Kotawaringin Barat melalui kerajaan Kutaringin yang juga ada hubungan kekerabatan dengan kerajaan Banjar dari Kalimantan Selatan.

Dinamakan kue cincin dikarenakan mungkin adanya 4 lubang kecil ditengah – tengah yang menyerupai cincin. Kue cincin ini dibuat dengan bahan dasar tepung, pisang, dan gula. Kelihatannya mungkin mudah ya untuk bahan-bahannya, namun pisang yang digunakan untuk membuat kue cincin ini bukan sembarang pisang, melainkan jenis Pisang Makau yang sekarang ini sangat sulit untuk ditemukan. Kue cincin ini bisa bertahan selama 10 hari, namun jika penyimpanannya baik dan disimpan di kulkas biasanya bertahan lebih dari 10 hari. Oleh karena itu, kue ini sangat cocok untuk dijadikan oleh–oleh khas dari Pangkalan Bun.